Showing posts with label mading desember 2008. Show all posts
Showing posts with label mading desember 2008. Show all posts

Friday, 14 August 2009

Diklat KSE angkatan X


Diklat angkatan X
Dalam rangka re-generasi anggota, beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 7,8, dan 9 Nopember 2008 kemarin, Kse mengadakan serangkaian diklat lapangan untuk calon anggota angkatan X. Bertempat di KP4, di Brebah sono. Judulnya sih “Traesure Hunting”,, tapi gara-gara satu dan lain hal, treasure-nya ga’ jadi di-hunting. He2.. emang harta karunnya benenr-ben
er ada po?? Nah, untuk hal ini sampai sekarang masih menjadi misteri.. (wkwkw..)
Walaupun terbentur masalah jumlah, peserta diklat tetep semangad doongg..!! ga’ mau kalah,, panitia juga ikutan gabung sebagai penggembira,, he2
Hari pertama, kedua, dan ketiga.. dari yang namanya semi-survival, out bond, magang di rumah penduduk, pensi, sampai senam pagi pakai lagu kuch-kuch hota hai..,, semuanya berjalan dengan kegembiraan. Mungkin diklat ini udah selesai,, tapikenangannya selain terabadikan lewat foto, juga akan terpatri abadi di dalam sanubari.. (hohoho…)
Akhir kata,, terimakasih banyak untuk semua pihak yang dengan dan/atau tanpa sadar terlibat dalam rangkaian diklat ini. Ga’ ada kamu,, diklat ini ga’ akan ada!!^^

poto2nya nii..



(diterbitkan dalam mading KSE edisi desember 2008)

Puzzle KSE

Puzzle KSE
Sadar ga’ sih kalo selama ini KSE sering banget pake puzzle?? Kalo yang sering berhubungan atau berinteraksi atau ikut kegiatannya KSE, pasti sadar. Ga’ di diklat,, di Inagurasi MaBa, di P4T plus, pematerian KKN, pasti ada puzzlenya. Ga’ bosen buu’??
Jah,, jangan salah!! Puzzle tuh punya makna tersendiri lowh..
Diibaratkan KSE adalah sebuah puzzle, sedang anggotanya adalah kepingan-kepingan puzzle itu sendiri. Maknanya..
1. Setiap kepingan puzzle berbeda-beda. Beda bentuk, beda corak, beda bentuk, beda motif. Sama halnya dengan tiap-tiap orang. Ga’ ada orang yang sama bahkan kembar siam sekalipun. Semua pasti mempunyai sisi yang berbeda dengan yang lain, yang menjadi cirri khasnya. Nahh,, disinilah kita mencoba untuk nyatuin perbedaan-perbedaan itu menjadi sesuatu yang lebih indah, yang lebih punya arti. Saling selaras, ga’ tabrak-tabrakan, menjadi satu harmoni… (hoho)
2. Setiap kepingan punya tempatnya sendiri-sendiri. Setiap kepingan harus bias menempatkan dirinya dengan baik ssuai dengan kemampuan. Ga’ boleh yang namanya ngambil tempat seenaknya, karena kalo kaya gitu aka nada kepingan yang terganggu dan puzzle tidak akan pernah selesai dan utuh. Tetapi tetap saja semua kepinan berharga. Dimanapun kepingan itu terletak, ditengah, di sudut, ataupun di tepi, tetap saja dia dibutuhkan.
3. Setiap kepingan ga’ bias dipisahin, ga’ bias hidup sendiri. Coba,, apa artinya sekeping potongan puzzle yang tergeletak sendirian tanpa kepingan yang lain? Dia bukan Cuma dibutuhin, tapi juga membutuhkan yang lain. Bias dikatakan kalo tiap kepingan puzzle juga merupakan mahluk social. Yang untuk menemukan jati dirinya –beuhh^^- harus bias berinteraksi dengan yang lain. Jadinya,, untuk mencapai bentuk puzzle yang utuh, tiap kepingan harus selalu bekerja bareng!
4. Seperti yang telah disinggung sebelumnya,, setiap kepingan puzzle PENTING!! Terserah dia mau berbentuk apa, berwarna gimana, di posisi mana, ia tetap dibutuhkan. Puzzle ga’ bakal utuh bahkan meski Cuma satu keping yang hilang..
Nah kan,, ga’ salah toh kalo KSE sering banget pake puzzle,, Karena ternyata puzzle punya falsafah yang bagus juga! hehe..

(diterbitkan dalam mading KSE edisi desember 2008)

Serangga: melihat melaluinya

Serangga: melihat melaluinya
Serangga, mahluk kecil, terbang-terbang, terinjak tanpa sengaja. Mahluk ini emang terasa seperti ada di mana-mana. Wajar saja kalau banyak orang yangjadi sebal sama mereka. Suda sering mendengar istilah serangga menguntungkan dan serangga merugikan kan? Apa sebabnya sih ada serangga yang dikatakan menguntungkan tapi ada juga yang dikatakan merugikan? Suatu serangga dikatakan merugikan apabila keberadaan serangga ini bertabrakan dengan kepentingan manusia. Meskipun hanya terdapat satu ekor serangga yang tanpa sengaja dalam daur hidupnya mengganggu ketentraman hidup manusia, misalnya kutu kepala yang walaupun Cuma satu ekor bias menimbulakan rasa gatal yang luar biasa, maka dengan semena-mena kita akan menyebutnya sebagai serangga merugikan. Sementara apabila misalnya ada sekompi rayap yang menumbangkan pohon pohon di tengah hutan belantara, asalkan kita ga’ tau menahu dan ga’ merasa dirugikan, serangga ini ga’ bakal pernah disebut sebagai serangga merugikan.
Serangga yang lebih beruntung adalah serangga yang berpredikat sebagai serangga menguntungkan. Serangga serangga ini dikatakan menguntungkan apabila keberadaannya dapat dimanfaatkan bag kesejahteraan manusia. Maisalnya lebah,, meskipun sesekali ada manusia yang tersengat si lebah ini, karena keuntungan yang didapat dari lebah lebih banyak daripada kerugian yang ditimbulkannya, kita tetap saja akan menggolongkannya ke dalam serangga menguntungkan.
Sebenarnya masih ada satu kategori lagi berkenaan dengan peranan serangga, yaitu serangga netral. Yang masuk kategori ini adalah serangga yang masih belum terdeteksi kegunaan dan kerugiannya. Selain serangga serangga yang belum terekspose ini, ada jenis lain yang masuk dalam kategori netral, yaitu ketika serangga yang menjadi hama pada suatu individu berada pada suatu individu yang lain. Misalnya kutu kepala lagi. Kutu kepala manusia bias dikatakan netral kalau si kutu kepala manusia ini berada di kepala sapi misalnya. Karena dia maunya Cuma kepala anusia, jadi di kepala sapi dia cumin leyeh leyeh ga’ bakal ngapa-ngapain, maka disebutlah ia sebagai serangga netral.

Serangga hama dan hama serangga
Bisa membedakan arti dari dua kata di atas??
Jadii,, menurut ilmu entomologi, serangga hama memiliki arti yang berbeda dengan hama serangga.
Serangga hama yaitu serangga serangga yang potensial untuk menjadi hama apabila populasinya melebihi ambang batas ekonomi, sedangkan hama serangga adalah serangga-serangga yang yang sudah menjadi hama. Bias dikatakan bahwa hama srangga adalah serangga hama yang sudah melebhi ambang batas.
Trus,, ambang batas itu sendiri apa toh??
Ambang batas ekonomi ini sebenarnya adalah rekaan manusia berkenaan dengan kepentingannya. Dalam pertanian misalnya, ambang bats ekonomi ini adalah suatu batas dimana dia tidak untung juga tidak rugi alias impas. Dalam kasus yang lain bias saja ambang batas memiliki nilai yang berbeda.
Seiring berkembangnya peradaban manusia, maka pemberantasan hama hama seranggaewasa ini semakan beradap. Dalam penanggulangan hama serangga dikenal empat jenis penanganan populasi hama yaitu:

Kimia—Penanganan dengan kimia yang paling popular adalah insektisida. Bahan kimia yang satu ini memang terbukti ampuh untuk meluluh lantakkan serangan populasi hama. Intinya, si hama dibuat keok alias tak berkutik.tak heran kalau insektisida menjadi superstar bagi dunia pertanian selama berpuluh-puluh tahun. Tapi itu sih Cuma awalnya,, makin hari makain lama muncullah isu resistensi, biomagnifikasi, dan bioakumulasi akibat penggunaan insektisida. Walhasil penggunaan insektisida-pun mulai ditinggalkan

Fisik—munkin tehnik ini adalah tehnik pengendalian hama yang paling mahal. Pengendalian secara fisik berkaitan dengan memanipulasi komponen biotic dan abiotik dari ekosistem di mana hama itu menyerang. Salah stau contonya adalah rumah kaca. Dengan adanya barrier dari kaca ini ga’ bakalan ada serangga yang bias nyelonong masuk untuk menghancurkan tanaman kita. Selain itu suhu, kelembaban, dan segala rupanya bias kita atue sesuka hati. Tapi apa iya memagari lahan pertanian yang berhektar-hektar?

Kultural—yang termasuk tehik ini adaalah polikuntur dan system bergilir. Pda polikultur kita bias tuh memadupadankan beberapa jenis tanaman untuk ditanam bareng bareng pada satu lahan. Ambil contohnya, tanaman kubis dan bawang merah. Selain sama sama laku dijual, ternyata keberadaan bawang merah mempunyai arti yang lebih, dimana bawang merah ini mampu menghasilkan zat –apa gitu- yang terbukti ampuh mampumengusir serangga yang suka makan kubis. Kita bias hemat insektisida nohh…!! Jadilah sekali merengkuh dayung ga’ Cuma 3 sampai 4 pulau yang terlampui. Kalu system bergilir apa keuntungannya?? Dengan metode ini kita bias memutus daur hidup dari si serangga hama, misalnya serangga penggerek batang padi. Pada musim ini kita menanam padi, ehh si pengerek padi beranak pinak gila gilaan. Musim berikutnya, jangan tanam padi lagi, tanam aja tembakau atau apa. Nah karena ga’ ada batang padi yang bias digerek, hama penggerek ini Cuma bias gigit jari,, (itupun kalau mereka punya jari,,he2) lama lama mampuslah mereka. Beberapa musim berikutnya baru deh tanam padi lagi…

Biologi—nah ini dia yang sekarang jadi primadona dalam pengendalian hama,, he2. Macam macam bentunya, yang paling terkenal adalah pathogen, predator, apasit dan parasitoid. Nah tuh ada lagi dua kata yang mirip, parasit dan parasitoid. Kalau arasit, organism jenis apapun bias jadi, tapi istilah parasitoid hanya ditujukan kepada parasit parasit berupa sserangga. Hal ini didasarkan pada salah atu sifat pada beberapa serangga tertentu, yaitu entomophagous insect ( serangga pemakan serangga): gampangnya adalah serangga serangga kanibal. Umumnya serangga serangga parasitoid ini bersifat spesifik, jadi dia hanya memakan serangga tertentu, bahkan pada fase tertentu. Bingung?? Misalnya nih yaa,, serangga A (parasitoid) hanya mau memakan serangga B (korban) ketika si korban ini masih berupa telur. Bahkan lebih dari itu, yang memakan telur serangga B ini bukan serangga A yang telah dewasa, tetapi serangga A yang masih berupa larva. Susah ngebayangin?? Jadi ginii,, serangga A dewasa akan mencari telur serangga B. setelah ketemu, serangga A tadi akan memasukkan telurnya ke dalam telur si B, sehingga sekarang ada sebutir telur B berisi telur A di dalamnya. Telur A akan menetas di dalam telur B dan akan menggerogoti telur B dari dalam. Jadi pada suatu ketika saat cangkang telur B ini menetas, allohaa.. yang keluar adalah serangga A! hebat kan dia?? Tapi itu tuh Cuma salah satu contoh, ada banyak lagi parasitoid dengan sifat nyentriknya sendiri.

(diterbitkan dalam mading KSE edisi desember 2008)

Melihat yang tak terlihat

Melihat yang tak terlihat

Sebenernya judul di atas ga’ terlalu ada hubungannya sama isi tulisan ini, tapi kerena aQ suka ya udah Q tulis aja,, he2 kalo Q Tanya apa fungsi mata? Hampir semua dari kita akan menjawab: untuk melihat. Yah,, emang bener sih,, tai apa Cuma itu? Selain untuk melihat mata juga mempunyai fungsi turunan, seperti mengintip, melirik, mengerling, melotot, dsb.. ha2 tapi itu mah Cuma nama lainnya aja,, yang Q maksud adalah memperhatikan. Kalau melihat berarti menyadari keberadaannya, maka memperhatikan berarti menyadari maksud keberadaannya.

Melihat dan memperhatikan, mungkin sepasang kata ini bias disebandingkan artinya dengan istilah to scry it –melihat¬- dan to scry on it –melihat melaluinya-. Melihat melalui sesuatu berarti melihat apa yang ada di belakangnya, melihat sesuatu dibalik sesuatu, melihat udang di balik batu,, ha x)

Ada banyak hal di sekitar kita yang terlalu layak untuk hanya sekedar dilihati. Kalau kau hanya sekedar melihat segala sesuatu, kau tidak akan mendapat apa-apa. Cobalah untuk melihat melaluinya, melihat apa yang yang bias kau dapatdari keberadaannya. Tak ada sesuatu yang tercipta tanpa sengaja, apapun itu pasti ada tujuannya.

Setiap kejadian mempunyai arti
Setiap hal memiliki sisi
Setiap arti mempunyai maksud
Setiap sisi memiliki sudut


Tinggal bagaimana kau mengartikan sesuatu hal dan kejadian dari sudut yang benar.
Tak perlu menjadi cerdas untuk mengetahui berbagai hal. Cukup memperhatikan dan sedikit berfikir, maka kau akan memahami adanya perbedaan antara to scry it dan to scry on it.
(diterbitkan dalam mading eksternal KSE edisi desember 2008)